Rangkaian Elektronika LED Dan Aplikasinya

Rangkaian elektronika LED bisa dimanfaatkan untuk macam macam kegunaan. Kali ini kita akan membahas dua contoh rangkaian elektronika LED ini.

Untuk yang pertama ini adalah contoh emergency lamp yang menggunakan high power LED sebagai lampunya. Pertimbangan penggunaaan konsumsi daya yang lebih kecil pada lampu LED menjadikan lampu LED bisa menggantikan dari funsi lampu pijar sehingga ini akan berpengaruh terhadap durasi penyalaan lampu ini yang akan lebih lama.

rangkaian elektronika LED  emergency lamp

 

Rangkaian ini dibangun dari tiga bagian, pendeteksi jala jala, charger baterai,  dan rangkaian elektronika LED. Rangkaian charger baterai dibangun dari IC regulator LM 317 sebagai sumber teganan konstan, besarnya nilai tegangan dapat disesuaikan dengan mengubah nilai VR1. Saat baterai telah terisi penuh maka tegangan baterai akan melampaui tegangan tembus ZD1, transistor T1 bekerja sbagai saklar otomatis untuk mematikan regulator saat baterai telah penuh.

 

Rangkaian ini dibangun dari tiga bagian, pendeteksi jala jala, charger baterai, dan rangkaian LED. Rangkaian charger baterai dibangun dari IC regulator LM 317 sebagai sumber teganan konstan, besarnya nilai tegangan dapat disesuaikan dengan mengubah nilai VR1. Saat baterai telah terisi penuh maka tegangan baterai akan melampaui tegangan tembus ZD1, transistor T1 bekerja sbagai saklar otomatis untuk mematikan regulator saat baterai telah penuh.
Rangkaian pendeteksi jala-jala dibangun dari R15 dan T2. Saat sumber dari PLN mati, maka T2 akan konduksi dan arus yang besar akan melewati T2 menuju rangkaian LED. LED diseri dengan resistor untuk mendapatkan arus optimal dari LED sekitar 20mA/led. LED dapat dipasang dalam jumlah banyak secara parelel apabila memang diperlukan, tetapi otomatis hal ini akan mengurangi durasi penyalaan lampu, karena baterai akan cepat habis.

 

Contoh yang kedua dari Rangkaian Elektronika LED adalah Membuat Lampu LED Disco

Rangkaian Lampu LED Disco ini dapat di gunakan pada saat pesta pesta atau perayaan ualng tahun atau jika anda inging membuat suasana kamar pribadi seperti suanan di diskotik-diskotik, anda pastinya pernah melihat lampu LED yang berkedip-kedip. Orang sebut itu “Lampu Disco”. Mungkin karena lampu LED ini bisa mengiringi goyangan dan ritme orang-orang yang sedang menari di dance floor di diskotik. Kehadiran lampu disco memang bisa menambah suasana perayaan semakin rame serta semarak. Kalau Anda mau mengadakan perayaan ulang tahun atau pesta di rumah boleh dicoba untuk menggunakan rangkaian elektronika LED lampu disco ini.

Rangkaian ini adalah Rangkaian LED disco sederhana. LED menyala dan mati secara bergantian memberikan penampilan/view seolah-olah bergoyang, berjoget, dan menari. Rangkaian ini berupa multivibrator satabil sederhana dengan menggunakan dua transistor NPN. Untuk lebih jelasnya, silakan Anda lihat dan pelajari lewat gambar skema di bawah ini.

Rangkaian elektronika LED untuk Lampu Disco

 

Rangkaian Elektronika LED Disco ini bekerja pada prinsip pengisian dan pemakaian kapasitor C1 dan C2. Resistor R1 membatasi arus melalui LED untuk melindungi mereka. Arus melalui R1 mengisi  kapasitor C2. Arus positif dari arus baterai melalui set pertama LED D1-D3 ke kolektor T1 melalui resistor R1. Kemudian dibuang  melalui dasar T2 dan resistor R4. Hal ini memberikan arus basis ke T2 dan bekerja. Hasil set kedua lampu LED  D4 – D6  sebagai arus mengalir melalui T1. Kapasitor C2 mengisi lagi dan siklus berulang. Hal yang sama juga terjadi di sisi lain. Hal ini memberikan alternatif LED berkedip.

Nah, mudah bukan membuat simple aplikasi dari rangkaian elektronika LED? Mudah-mudahan postingan ini dapat bermanfaat  dan dapat menginspirasi buat temen temen semua.

 


Share Artikel Rangkaian Elektronika LED Dan Aplikasinya